Translasi

Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

KEISTIMEWAAN DAN KEINDAHAN AGAMA ISLAM DIBANDING AGAMA LAIN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Islam adalah agama satu-satunya yang memiliki banyak keistimewaan dan keindahan yang sangat mengagumkan bagi siapapun yang memeluknya.

Diantara keistimewaan dan keindahan agama Islam selain sebagai satu-satunya agama yg diterima n diridhoi oleh Allah pada hari Kiamat ialah sebagai berikut:

1. Memeluk agama Islam akan menghapuskan seluruh dosa dan kesalahan orang-orang kafir yang dilakukan sebelum masuk Islam.

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh Allah ta'ala di dalam firman-Nya:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ اْلأَوَّلِينَ

Artinya: "Katakanlah (hai Muhammad, pent) kepada orang-orang kafir itu: ”Jika mereka berhenti (dari
kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali (kepada kekafiran) lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnatullah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang (kafir) terdahulu”. (QS. Al-Anfaal: 38).

Hadits 'Amr bin 'Ash radhiyallahu anhu yang menceritakan kisahnya ketika masuk Islam, ia berkata:

... فَلَمَّا جَعَلَ اللهُ اْلإِسْلاَمَ فِى قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ
فَقُلْتُ : ابْسُطْ يَمِيْنَكَ فَلأُ بَايِعْكَ. فَبَسَطَ يَمِيْنَهُ . قَالَ فَقَبَضْتُ يَدِى قَالَ ((مَا لَكَ يَا عَمْرُو ؟)) قَالَ قُلْتُ : أَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِطَ قَالَ ((تَشْتَرِطُ بِمَاذَا ؟)) قُلْتُ : أَنْ يُغْفَرَلِى. قَالَ ((أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ؟ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَاكَانَ قَبْلَهَا ؟ وَ أَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ؟))

‎​Artinya: "Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan aku berkata: ”Bentangkanlah tanganmu. Aku akan berbai’at kepadamu.” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam membentangkan tangan kanannya. Dia ('Amr bin 'Ash) berkata: ”Maka aku tahan tanganku (tidak menjabat tangan Nabi shallallahu alaihi wasallam).” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya: ”Ada apa, hai 'Amr?” Dia berkata: ”Aku ingin minta syarat.” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya: ”Apakah syaratmu?” Maka aku berkata: ”Agar (dosa-dosa dan kesalahan) aku diampuni.” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Apakah engkau belum mengetahui, bahwa sesungguhnya (masuk) Islam itu menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Hijrah itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya. Da haji itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya?” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman, I/112, nomor. 121).

2. Apabila seorang masuk Islam kemudian ia membaguskan kwalitas keislamannya, maka ia tidak disiksa atas perbuatannya ketia dia masih kafir, bahkan Allah Ta'ala akan melipatgandakan (pahala)amal-amal kebaikan yang dilakukannya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan di dalam sebuah hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ :"إِذَ أَحْسَنَ
أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ
أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ . وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا حَتَّى يَلْقَى اللهَ

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Jika salah seorang diantara kalian membaguskan (kwalitas) Islamnya, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan ditulis (oleh Allah)sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Adapun keburukan yang dilakukannya, akan ditulis (oleh Allah)satu kali (saja) sampai ia berjumpa dengan Allah (maksudnya hingga ia mati, pent).”. (HR. Muslim di dalam Kitab Al-Iman, I/118 nomor. 129).

‎​3. Islam tetap menghimpun amal-amal kebaikan yang pernah dilakukan
seseorang, baik ketika ia masih kafir maupun ketika sudah menjadi seorang muslim.

Hal ini sebagaimana ditunjukkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ حَكِيْم بْنِ حِزَامٍ قَالَ: قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثَُ بِهَا فِى الْجَاهِلِيّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتاقَةٍ أَو صِلَةِ رَحِمٍ ، فَهَلْ فِيْهَا مِنْ أَجْرٍ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ :"أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ

Dari Hakim bin Hizam, ia berkata: ”Wahai Rasulullah, apakah engkau
memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masa
jahiliyah (kafir), seperti: shodaqoh, membebaskan budak atau silaturahim tetap mendapat pahala?” Maka Nabi bersabda: ”Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Zakat, nomor. 1436. Lihat juga hadits nomor. 2220, 2538, 5992).

4. Islam menjadi sebab terhindarnya seorang hamba dari siksa api neraka.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ فَمَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ
فَقَالَ لَهُ : ((أَسْلِمْ)) فَنَظَرَ إِلَى أَبِيْهِ وَ هُوَ عِنْدَهُ
فَقَالَ لَهُ : أطِعْ أَبَا الْقَاسِمْ فَأَسْلَمَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ
وَهُوَ يَقُولُ : (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ ))

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata : "Ada seorang anak Yahudi yang selalu membantu Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian ia sakit. Maka Nabi datang menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, seraya mengatakan: ”Masuklah ke dalam agama Islam,”
maka anak Yahudi itu melihat ke bapaknya yang berada di sisinya,
maka bapaknya berkata kepadanya: ”Taatilah (perintah) Abul Qasim (yakni Nabi).” Maka anak itu akhirnya masuk Islam. Kemudian Nabi keluar, seraya mengucapkan: ”Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkannya dari siksa api neraka.” (HR. Al-Bukhari, hadits nomor. 1356 n 5657).

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"...إِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَإِنَّ اللهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّيْنَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ "

Artinya: "...Sesungguhnya tidak akan masuk surga, melainkan jiwa yg muslim. Dan sesungguhnya (bisa saja) Allah menolong agama ini dengan orang-orang fajir (orang muslim yg melakukan dosa-dosa namun tidak menyebabkannya keluar dari Islam, pent)." (HR. Al-Bukhari, Kitab Jihad, hadits nomor. 3062 dan 4203; dan Muslim, I/105 nomor. 111).

5. Kemenangan, kesuksesan dan kemuliaan hanya terdapat dalam agama Islam.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو ابْن الْعَاصِ, أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ :"قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ "

Artinya: Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah bersabda: ”Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rizki yang cukup. Dan Allah memberikan kepadanya sifat Qona'ah (selalu merasa cukup n puas) atas rizki yang ia terima." (HR. Muslim dalam Kitab Zakat, Juz II/730, hadits
nomor. 1054).

Umar bin Khathab radhiyallahu anhu berkata: ”Kami adalah suatu kaum yang telah dimuliakan oleh Allah dengan (memeluk) agama Islam. Maka, apabila kami mencari
kemuliaan dengan selain cara-cara Islam, niscaya Allah akan menghinakan kami.” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, I/62. Dan ia berkata: "(Hadits ini) Shahih." Dan imam Adz-Dzahabi menyepakatinya).

Demikianlah beberapa keistimewaan dan keindahan agama Islam yang akan diraih oleh seorang hamba di dlm kehidupan dunia n akhirat. Semoga Allah memberikan taufiq n pertolongan-Nya kpd kita semua agar selalu istiqomah n konsekuen dlm memegang teguh ajaran agama Islam yg murni hingga akhir hayat. Dan semoga Allah membebaskan kita semua dari siksaan api Neraka, dan memasukkan kita ke dalam Surga-Nya yg hakiki nan abadi.
‎​‎​​
آمِـيْـن ياَرَبَّ الْـعَـالَمِـيْـن

(Klaten, 20/12/2012)

Tanya Jawab Grup BI3

BI3#Waktu dan jumlah Roka'at shalat Dhuha#

T: Jam berapakah yang paling utama untuk melakukan shalat dhuha dan berapa rakaat?
J: pada asalnya sholat apa saja afdlolnya dilakukan diawal waktu. Dikecualikan sholat isya (sunnahnya diakhirnya akan tetapi dikerjakan secara berjama'ah di masjid) juga shalat tahajjud. Termasuk sholat dluha maka 'afdlolnya diawal waktu dluha saat bayangan matahari sama dengan bayangan tombak (atau kata orang pas matahari lagi lucu-lucunya bu)..
Kira-kira 2-3 jam dari adzan shubuh. Dan minimal 2 raka'at maksimal 8 raka'at.

T: Kl wkt anak onta kepanasan itu jam brp ya ustadz?

J: Itu dia bu.. Kan ada dalil lain yang lebih gampang untuk buat perkiraan, seperti yang saya sebutin diatas..

T: bru denger juga ni soal anak onta kepanasan..bs dicopas ga ya haditsnya? Syukron..:)

J: (tambahan keterangan):
Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan,

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».

Zaid bin Arqom pernah melihat suatu kaum sedang melaksanakan shalat Dhuha, ia berkata, “Yang mereka tahu bahwa shalat di selain waktu ini lebih afdhol. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat awwabin yaitu ketika keadaan begitu panas.” (HR. Muslim no. 748).

Shalat Dhuha dalam hadits ini disebut dengan shalat awwabin yaitu shalat orang yang kembali taat sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah. Waktu afdhol shalat Dhuha adalah ketika sudah begitu siang diperkirakan telah masuk ¼ siang, yaitu keadaannya disebut dengan tarmadhul fishool, yaitu saat pasir mulai panas membakar dan anak unta meninggalkan induknya

Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menemui penduduk Quba' yang sedang shalat Dhuha. Lalu beliau bersabda:

صَلاَةُ اْلأَوَّبِيْنَ إِذَا رَمَضَتِ الْفِصَالُ مِنَ الضُّحَى.

"Waktu shalat al-awwaabiin (Dhuha) adalah ketika anak unta merasa kepanasan di pagi hari."

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

BI3#Keadilan Dalam Poligami#

T: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ustadz,Bagaimana kalau suami beristri lebih dari 1 tapi tdk mampu menafkahi (ekonominya pas2an) dan tdk bisa berlaku adil?

J: wa'alaikumus salam warahmatullah wabarakatuh, tidak ada syarat yang diberikan oleh syari'at mengenai keharusan kemapanan ekonomi bagi yang melakukan poligami. Hanyalah yang disyaratkan adalah kemampuan laki-laki tersebut untuk berhubungan intim, jika dia mampu untuk melayani istri-istrinya maka dia boleh untuk poligami jika tidak maka haram atasnya untuk berpoligami.

Adil artinya menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya. Keadilan dengan ma'na inilah yang diharuskan untuk dijalankan bagi pria yang berpoligami. Kemudian adalah sebuah keharusan untuk menerapkan keadilan dengan ma'na tersebut pada urusan nafkah (sandang, pangan dan papan) begitu juga dengan diharus semaksil mungkin untuk adil dalam urusan cinta dan kasih sayang. Tidak adil pada tiap istri adalah sebuah dosa kendati dia bukan merupakan syarat yang harus dimiliki ketika akan melakukan poligami (keadilan merupakan hal yang mesti dilakukan ketika sedang berpoligami). Wallahu a'lam

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊
BI3#Pembahasan Mengenai Ruqyah Untuk Mengobati Sihir/Guna2#

T: ustadz,mau tanya,bolehkan kita menyarankan ssorg utk diruqyah?krn org tsb merasa dia kena sihir (guna2),apakah ada amalan2 yg bs dilakukan utk menghilangkan sihir tsb yg sesuai sunnah?krn org tsb diingatkan utk ngaji,byk beribadah,sedekah selalu menolak dgn alasan ga mempan, dll,apa yg sebaiknya dilakukan?

J: ibu buyang, terkadang ketika hati seorang hamba sakit atau bahkan semakin keras penyakitnya sedangkan pemilik hati tersebut tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan terkadang hati tersebut mati akan tetapi pemiliknya tidak mengetahui akan kematiannya, tidak mengetahui tanda-tanda sakitnya atau tanda-tanda kematiannya. Bahwasanya pemiliknya tidak akan merasakan perihnya sayatan ma'siat dihatinya, hatinya tidak merasakan sakit karena kebodohannya akan kebenaran, kepercayaan dan keyakinannya adalah kepercayaan dan keyakinan yang bathil karena sesungguhnya hati itu jika dia dalam keadaan hidup pasti akan merasakan sakit dengan adanya kotoran-kotoran padanya, pasti merasakan sakit karena kebodohannya mengenai kebenaran - berbanding lurus dengan tingkat hidupnya hati-, akan menjadi sensitif dengan penyakit, semakin kuat baginya pahitnya obat yang bisa menyembuhkan hatinya, sehingga akan tertinggal rasa sakit tersebut bergantung pada kesulitan obatnya.

Diantara tanda-tanda sakitnya hati adalah penyimpangannya dari nutrisi yang bermanfa'at bagi hatinya kepada yang membahayakan hatinya dan penyimpangannya dari obat-obat yang bermanfa'at bagi kesembuhan hatinya kepada obat yang justru membahayakan hatinya, karena itu hati yang sehat akan berefek pada segala hal yang bermanfa'at yang bisa menyembuhkan daripada terhadap hal-hal yang membahayakan dan mengganggu, sedangkan hati yang sakit sebaliknya. Adapun nutrisi yang bermanfa'at adalah nutrisi keimanan (segala bentuk amal sholih) sedangkan obat yang paling bermanfa'at adalah : membaca al Qur'an
Wallahu a'lam

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊

Hukum Namimah/Mengadu Domba

Tanya Jawab Grup BI dengan Ustadz Abu Yazid Harun Rasyid

Tanya:

ǻSSǻLLǎMũ'ǎLǽKύM‎​​​... Punten, kang Ustadz mau? Apa hukuman bagi orang yg suka mengadudomba satu sama lain,sehingga menimbulkan perpecahan. Hatur nuhun

jawab :
Adu domba merupakan perangai tercela yang menanamkan dendam diantara manusia, ini merupakan sifat yang dibenci setiap muslim dan muslimah. Sifat yang buruk ini tidak boleh diremehkan, karena diantara ciri-ciri adu domba dan yang telah ditetapkan baginya, bahwa ia bisa memisahkan seseorang dengan kerabatnya, seseorang dengan teman-temannya, bahkan dirinya dengan anggota saudaranya sendiri.

Diantara kisah yang menggambarkan sensitifnya sifat ini adalah sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Qudamah di dalam kitabnya “Mukhtashar Minhajul Qashidin” bahwa seseorang menjual budak. Dia berkata kepada pembelinya, budak ini tidak mempunyai satu aibpun hanya saja dia suka mengadu domba, tidak menjadi soal bagiku kata pembeli.

Setelah beberapa hari budak itu berada dirumah pembeli, dia menghampiri tuannya seraya berkata, “Sebenarnya tuanku tidak mencintai nyonya. Meskipun begitu, dia tetap ingin menikahi nyonya. Jika nyonya menghendaki, saya bisa membujuknya agar dia tidak menceraikan nyonya, lalu ambillah pisau untuk mencukur rambutnya tatkala dia tidur. Hal ini bisa menyihirnya, sehingga dia senantiasa mencintai nyonya.”

Lalu budak itu berkata kepada tuannya, “istri tuan berkomplot dengan seseorang dan ingin membunuh tuan selagi tuan sedang tidur.” Maka sang tuan pura-pura tidur, lalu sang istri menghampirinya pelan-pelan sambil membawa pisau. Dia mengira istrinya benar-benar akan membunuhnya. Maka dia segera bangkit dan membunuh istrinya. Keluarga sang istri mendatanginya, lalu membunuhnya. Bahkan permusuhan merembet antara kabilah suami dan istri.

Adu domba bisa menimbulkan tindak pembunuhan, bahkan peperangan antara dua kabilah. Di dalam masyarakat kita banyak terdapat peristiwa yang menunjukkan betapa besar akibat yang ditimbulkan adu domba.

Sedangkan istri yang ideal mempunyai sikap yang pasti dalam menghadapi adu domba sesuai dengan hukum syari’at tentang adu domba, bahwa; “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (muttafaq alaihi).

Jika ada seseorang wanita yang menghampirinya dan mengucapkan perkataan yang buruk, dan hal ini seringkali terjadi, maka dia tidak mau mendengarkannya dan tidak memperdulikannya. Bahkan kalau perlu dia membungkam mulut wanita tersebut dan menimpukkan batu kepadanya, sekedar untuk mengajarkan haramnya adu domba.

Ada kalanya seseorang berkata padanya, “Suamimu telah berbuat begini dan begitu”, atau “Dia merasa respek terhadap masakan wanita lain”, atau “Dia hendak menikah lagi”. Tetapi dalam kondisi seperti apapun istri yang solehah dan ideal bisa keluar dari setiap cobaan dengan mendapat kemenangan, rumah tangganya tetap utuh karena memang dia sudah dipersiapkan sebagai istri yang ideal. An-Nawawy rahimahullah menyebutkan bahwa wanita yang menerima kedatangan orang lain yang hendak mengadu domba dan mengatakan begini dan begitu padanya, harus bersikap sebagai berikut:

  1. Tidak membenarkan perkataannya, karena dia orang yang suka mengadu domba dan fasik.
  2. Melarang tindakannya, menasihatinya dan menunjukkan sisi keburukan perbuatannya.
  3. Membencinya karena Allah, karena dia adalah orang yang dibenci di sisi Allah. Kita harus membenci orang yang dibenci Allah.

Senin, 19 November 2012

Kesimpulan Pembahasan Mengenai Defisini Iman


Iman adalah semua hal yang tinggal menetap didalam hati, dia dibenarkan keberadaannya didalam hati dengan lisan dan amal, muncul buahnya dengan jelas pada anggota tubuh dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauh dari larangan-laranganNya.
Karena bahwasanya kata iman berada pada siapa saja yang membenarkan keberadaannya dengan keseluruhan hal yang telah datang dengannya Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dari RabbNya Jalla wa 'Ala baik dalam bentuk i'tiqod (kepercayaan dan keyakinan), iqrar, dan amal. 
Bahwasanya keadaannya tidak sama satu sama lain dan tidak saling serupa didalamnya selama-lamanya; karena itu siapa saja yang membenarkan dengan hatinya, beriqrar dengan lisannya, tidak mengamalkan dengan anggota tubuhnya keta'atan-keta'atan yang dia telah diperintah dengannya; maka dia belum berhak memiliki kata iman.
Siapa saja yang telah beriqrar dengan lisannya, amal anggota tubuhnya, hatinya tidak membenarkannya; maka dia belum berhak memiliki kata iman.
Kalau begitu, menunggalkan iman dari amal; maka tidak ada manfa'at padanya; jika sekiranya memisahkan iman dari amal bermanfa'at bagi siapapun maka hal tersebut pasti bermanfa'at bagi iblis -kita berlindung kepada Allah darinya dan dari tipu dayanya- maka sungguh adalah iblis mengetahui bahwasanya Allah 'Azza wa jalla Dzat yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwasaynga tempat kembalinya tanpa ragu adalah kepadaNya Subahanah; akan tetapi dia ketika datang kepadanya perintah ilahi 
وأسجدوا لادم فسجدوا إلا إبليس أبى واستكبر وكان من الكافرين 
'Kalian bersujudlah kepada Adam maka merekapun bersujud kecuali Iblis dia enggan dan sombong dan jadilah dia termasuk orang-orang yang kafir'
Tidak dapat memberi pertolongan kepadanya ilmunya mengenai keMaha Tunggalan Allah (dalam DzatNya) dan Rububiyyah (keMaha Tunggalan Allah dalam perbuatanNya); karena bahwasanya dia tidak melaksanakan tauhid ibadah.

Oleh karena itu pembenaran yang terpisah dari amal tidak berharga baginya menurut Rabb Al 'Alamin.
Iman tidak disebutkan didalam Al Qur'an dan As Sunnah dalam keadaan terpisah dari amal; bahkan disubstitusikan padanya amal sholih dalam banyak ayat-ayat dan hadits-hadits dan substitusi ini adalah bagian dari pembahasan umum khusus atau bagian dari keseluruhan; dan yang demikian itu untuk menguatkan bahwa amal-amal shalih bagian dari Iman.

Maka iman dan amal adalah dua hal yang saling mengharuskan keberadaannya satu sama lain tidak boleh dipisahkan salah satu dari keduanya, amal adalah gambarannya iman dan perhiasannya, dia termasuk kelazimannya dan konsekuensinya, dan sebagian ma'nanya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -semoga Allah merahmati beliau- berkata setelah menukil ucapan-ucapan para Imam Ahlus sunnah wal jama'ah bahwasanya amalan adalah salah satu bagian dari iman : 'Dan adalah siapa saja yang telah berlalu dari para pendahulu (salaf) kita; mereka tidak memisahkan antara iman dan amal, amal bagian dari iman, iman bagian dari amal, dan hanyalah iman adalah kata yang mengumpulkan sebagaimana bagian-bagian agama ini berkumpul nama-namanya, dan pembenarannya adalah amal; maka siapa saja yang telah beriman dengan lisannya, telah membuat pengakuan dengan hatinya, dan telah membenarkan dengan amalnya; maka itulah tali yang kuat (urwah al wutsqo) yang tidak terdapat pemutus baginya, dan siapa saja yang telah berucap dengan lisannya, tidak membuat pengakuan dengan hatinya, dan tidak membenarkan dengan amalnya, niscaya keadaannya di akhirat termasuk orang-orang yang merugi, ini adalah hal yang diketahui dari lebih dari satu orang dari salaf (generasi shahabat hingga tabi'in) dan khalaf (generasi tabi'ut tabi'in hingga sekarang); dan bahwasanya mereka menjadikan amal sebagai pembenara bagi ucapan' (Al Iman oleh Ibnu Taimiyyah hal. 280)

Minggu, 18 November 2012

Iman bag. 2

Telah dijelaskan bahwasanya iman dimuthlaqkan kepada 3 hal yang mesti terkumpul padanya, salah satu dari 3 hal tersebut tidak boleh dipisahkan dari yang lainnya, 3 hal tersebut adalah :
1. I'tiqod (keyakinan) hati yang meliputi : ucapan hati dan amalan hati
2. Iqrarnya lisan (ucapan lisan)
3. Amalan anggota tubuh.
Berikut penjelasan disertai dengan rincian mengenai hal-hal tersebut :

1. Ucapan hati yaitu pengetahuannya mengenai sebuah kebenaran, keyakinannya, pembenarannya, iqrarnya, kepercayaannya; yaitu semua hal yang hati diikat dengannya, berpegang dengannya, tidak memiliki keraguan didalamnya, Allah Ta'ala berfirman :
و ألذي جاء بالصدق وصدق به أولئك هم المتقون. لهم ما يشاءون عند ربهم ذلك جزاء المحسنين (الزمر : 33 - 34)
'Dan yang telah datang dengan sebuah kebenaran dan benar-benar telah membenarkannya mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Bagi mereka semua yang mereka kehendaki yang ada pada Rabb mereka itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik' (Az Zumar : 33-34)
Allah berfirman :
وكذلك نري إبراهيم ملكوت السموات والأرض وليكون من الموقنين (الانعام : 75)
'Dan demikianlah diperlihatkan oleh Kami malaikat-malaikat langit dan bumi kepada Ibrohim, yang demikian itu supaya (Ibrohim) termasuk orang-orang yang yakin' (Al An'am : 75)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وفي قلبه وزن شعيرة من خير (رواه البخاري في (كتاب الايمان) باب : (زيادة الايمان ونقصانه))
'Akan dikeluarkan dari neraka siapa saja yang telah mengucapkan La ilaaha illallah (tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) sementara didalam hatinya terdapat seberat sebiji sawi dari kebaikan (diriwayatkan oleh Al Bukhori didalam (Kitab Al Iman) bab (tambahannya iman dan pengurangnya)

Iman Bag 1


Definisi Iman 
Secara bahasa : ma'na iman secara bahasa yang terpilih adalah : iqrar yang bersumber dari dalam hati. Iqrar tersebut melingkupi :
1. Keyakinan hati yaitu pembenarannya terhadap berita-berita Al Qur'an dan As Sunnah yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan
2. Amalan hati yaitu : kepatuhan dan ketundukannya terhadap perintah Allah dan RasulNya

Secara syar'i : iman adalah keseluruhan bentuk keta'atan baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi (bathiniyyah) maupun yang dilakukan secara terang-terangan (dhohiriyyah). 
- yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi (bathiniyyah) seperti amalan-amalan hati yaitu pembenaran hati dan iqrarnya hati
- yang dilakukan secara terang-terangan : perbuatan-perbuatan badan yang termasuk kewajiban-kewajiban dan amalan-amalan sunnah.
Iman harus mengikutkan hal-hal tersebut seluruhnya : ucapan lisan, amalan anggota tubuh dan hati, dan tidak boleh dipisah satu dari 3 hal tersebut; karena bahwasanya amalan-amalan hati merupakan salah satu bagian yang masuk kedalam pengertian iman dan salah satu bagiannya.

Sabtu, 17 November 2012

Iman bag 5


.3. Amalan anggota tubuh, terbagi menjadi dua :
a. Amalan lisan yaitu semua amalan yang tidak bisa ditunaikan kecuali dengannya; seperti membaca Al Qur'an, seluruh bentuk dzikir; dari tasbih, tahmid, tahlil, takbir, do'a, istighfar, berda'wah (ceramah) kepada Allah Ta'ala, mengajari manusia kebaikan, dan yang selain itu dari amalan-amalan yang ditunaikan dengan lisan; maka ini seluruhnya bagian dari iman.
Allah Ta'ala berfirman
أن ألذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة وانفقوا مما رزقناهم سرا وعلنية يرجون تجارة لن تبور
'Sesungguhnya mereka yang membaca Kitabullah, mendirikan sholat, dan berderma dari bagian yang telah Kami rizqikan kepada mereka dalam keadaan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan mereka itulah yang mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi (Fathir : 29)
Allah Ta'ala berfirman
يا أيها ألذين آمنوا أذكرو الله ذكرا كثيرا
'Wahai orang-orang yang beriman kalian berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak' (Al Ahzab : 41)

b. Amalan anggota tubuh (selain lisan) : seperti sholat, tahajjud, ruku', sujud, puasa, sedekah, berjalan didalam keridloan Allah Ta'ala; seperti memperbanyak langkah ke masjid, berhaji, jihad/perang dijalan Allah, amar ma'ruf nahi munkar, yang yang seperti itu yang termasuk amal-amalnya cabang-cabang iman.
Allah Ta'ala berfirman
يا أيها ألذين آمنوا أركعوا وأسجدوا واعبدوا ربكم وافعلوا الخير لعلكم تفلحون. وجاهدوا في الله حق جهاده هو اجتباكم.
'Wahai orang-orang yang beriman kalian ruku'lah, sujudlah, sembahlah Rabb kalian, lakukanlah segala bentuk kebaikan agar kalian beruntung. Kalian berjihadlah dijalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad dijalanNya yang Dia telah memuliakan kalian (dari seluruh ummat)' (Al Hajj : 77-78)
Allah Ta'ala berfirman :
وعباد الرحمن ألذين يمشون على الأرض هونا واذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما. والذين يبيتون لربهم سجدا وقياما
'Dan hamba-hambanya Ar Rahman (adalah) mereka yang berjalan dibumi dalam keadaan tenang dan apabila orang-orang jahil (bodoh) mengucapkan kata-kata yang keji kepada mereka, mereka pasti membalasnya dengan ucapan yang baik. Dan mereka (adalah) yang bermalam bersama Rabb mereka dalam keadaan sujud dan beribadah kepadaNya' (Al Furqon : 63-64)

Maka inilah tiga hal tersebut : i'tiqodnya hati, iqrarnya lisan, amalan anggota tubuh. Seluruhnya harus terdapat didalam definisi Iman menurut ahlus sunnah wal jama'ah; sehingga siapa saja yang ada padanya keseluruhannya; maka sungguh dia telah menyempurnakan keimanannya

Iman bag 4


3. Ucapan lisan, yaitu : iqrarnya dan komitmennya yakni dengan mengucapkan 2 kalimat syahadat dan iqrar dengan semua kelaziman 2 kalimat syahadat tersebut.
Allah Ta'ala berfirman :
قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا وما أنزل الى إبراهيم وإسماعيل واسحاق ويعقوب والأسباط وما أوتي موسى وعيسى وما أوتي النبيون من ربهم لا نفرق بين أحد منهم ونحن له مسلمون (البقرة : 136)
'Kalian katakanlah : kami beriman kepada Allah dan semua hal yang telah diturunkan kepada kami dan semua hal yang telah diturunkan kepada Ibrohim, Isma'il, 'Isa, Ishaq, Ya'qub, dan asbath (para Nabi dari bani Israil) dan semua hal yang telah didatangkan kepada Musa, 'Isa, dan semua hal yang telah didatangkan kepada para Nabi yang diutus dari Rabb mereka tidaklah kami membeda-bedakan diantara satu dari mereka dan kami kepadaNya berserah diri' (Al Baqarah : 136)
Allah Ta'ala berfirman :
أن ألذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا فلا خوف عليهم ولا هم يحزنون 
'Sesungguhnya mereka yang telah berkata "Rabb kami adalah Allah kemudian mereka benar-benar istiqomah maka tidak ada pada mereka segala bentuk ketakutan dan tidaklah mereka bersedih' (Al Ahqof : 13)
Bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : 
أمرت أن اقاتل الناس حتى يشهوا أن لا إله إلا الله، وان محمدا رسول الله، ويقيموا الصلاة، ويؤتوا الزكاة .. (رواه البخاري في (كتاب الايمان) باب ((فإن تابوا وأقاموا الصلاة وأتوا الزكاة)))
'Saya telah diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, mereka mendirikan sholat, mereka membayar zakat.. (Diriwayatkan oleh Al Bukhori dalam (Kitab Al Iman) bab (Kemudian apabila mereka telah kembali ke agama Allah, mendirikan sholat, dan telah membayar zakat))

Iman bag. 3


2. Amalan hati meliputi : niatnya, penyerahan dirinya, keikhlasannya, kepatuhannya, ketundukkannya, perendahan dirinya, komitmennya, penerimaannya terhadap Allah Ta'ala, tawakkalnya kepadaNya, pengharapannya, khusyu'nya, pengagungannya, cintanya, dan keinginannya.
Allah Ta'ala berfirman :
ولا تطرد ألذين يدعون ربهم بالغذاة والعشي يريدون وجهه (الانعام : 52)
'Dan dijauhkan darimu mereka yang berdo'a (kepada) Rabb mereka pada setiap pagi dan petang (yang) mereka (melakukannya dengan) menginginkan wajahNya (ikhlash)' (Al An'am : 52)
Allah Ta'ala berfirman :
وما لأحد عنده من نعمة تجزى. إلا ابتغاء وجه ربه الأعلى. ولسوف يرضى. (الليل : 19 - 21)
'Dan tidaklah setiap orang (yang mengeluarkan harta) yang ada padanya yang termasuk ni'mat (yang diberikan padanya) akan diberi ganjaran. Kecuali bagi (yang melakukannya) dengan mencari wajah Rabbnya yang Maha Tinggi. Sehingga pasti Allah akan meridloi (mereka) (Al Lail : 19-21)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
يا معشر من أمن بلسانه ولم يدخل الايمان قلبه (رواه ابو داود في (كتاب الأدب) باب : ((ألغيبة)) وصححه الألباني في ((صحيح سنن أبي داود)) ج3، ص923)
'Wahai sekalian yang telah beriman dengan lisannya akan tetapi belum masuk iman (kedalam) hatinya (diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam (Kitab Al Adab) bab : ((Al Ghibah)), dan Al Albani telah menshohihkannya dalam ((Shohih Sunan Abi Dawud)) juz 3 hal 923)